Social Icons

.

Pages

4 Day

www.4daysincome.com

Kamis, 11 April 2013

ANTARA PERTEMUAN DAN PERPISAHAN


                           Setiap ada pertemuan ada perpisahan. Setiap ada awal selalu ada akhirnya. Kadang pertemuan yang tidak kita inginkan ternyata membuah bekas yang menyenangkan di hati. Kadang pulang pertemuan yang kita harap-harapkan ternyata menambah luka dan terasa perih untuk dilupakan. Akhir sebuah cerita bisa saja happy ending, tapi akhir seperti itu sering dikeluhkan,
Perpisahan dan akhir pertemuan membuat kita berpikir bahwa tak ada yang kekal. Selalu ada awal dan selanjutnya akan diakhiri, kecuali Allah yang keberadaan-Nya tiada berakhir.
Tahun ini aku sebut dengan tahun perpisahan yang memilukan. Sedih dan rasanya tak ingin ada kata berpisah, tapi kenyataan adalah kenyataan yang tak mungkin kita tolak. Perpisahan pertama adalah perpisahan dengan siswa yang aku cintai. Memang sih aku masih disana dan begitupun mereka. Mereka masih suka ke kelasku sambil membawa upeti (makanan kecil yang biasanya suka mereka bawa ke sekolah). Aku jadi ingat dulu, Pink selalu membawa upeti. Hari ini dan besok upetinya akan berbeda. Kadang dia suka malu-malu menawarkan makanan yang dibawanya dari rumah, tapi wajahnya terlihat senang ketika aku mengambil makanan yang dia berikan, “Ini untuk Bunda !” Katanya sambil berlalu dari hadapanku lalu ketika aku mulai memakannya, dia suka berkata,”Mama yang buat ini,Bunda. Mama bisa buat macem-macem,” dengan bangga dia menceritakan keahlian mamanya. Aku tersenyum melihat tingkah anak-anaknya.
Ada juga Dinda yang penuh kebijaksanaan. Dia suka menasihati temannya. Kalau dia tidak suka biasanya dia tidak menyatakan langsung, tapi dia mengadukan ketidaksukaannya itu kepadaku. Setelah aku bilang kenapa nggak bilang langsung, biasanya dia diam karena takut dimarah oleh temannya itu. Keberadaan anak yang seperti itu di kelas memang harus ada. Dia bisa diandalkan jika diamanahi untuk menjaga kelas.
Ada lagi Dwiki yang suka bertanya segalanya,yang suka bercerita dengan perjalanannya ke Eropa. Sampai-sampai aku membayangkan aku bisa melancong kesana. Tangisnya yang juga sering terlihat jika dia merasa tidak bisa mengerjakan tugas.
Ada juga  Gulam yang waktu awal masuk tidak mau mengerjakan tugas yang aku berikan, tetapi setelah dinasihati dia tidak pernah lagi lupa untuk mengerjakan tugas. Anak yang manja, tapi masih mau mendengarkan nasihat kita. Aku pasti merindukan mereka. Perpisahan dengan mereka membawa kenangan tersendiri yang tidak bisa aku lupakan. Aku akan terkenang dengan Irfan yang selalu marah kalau aku salah menyebut namanya dengan ‘Ervan’. Sabiq yang penuh semangat kalau bermain bola dan cocok kalau dijadikan pemimpin. Fila, Sheila, Gita yang suka nangis, tapi setelah kejadian itu dia nggak pernah lagi menangis. Satria yang pipinya gembul dan aku selalu gemas dengan tubuh tambunya lalu kucubit. Dia mengelak, aku kejar, tapi sepertinya dia suka. Dia pun masih suka nongol di kelasku. Ada Fikri (aku suka memanggilnya dengan ‘Fikli’) yang cute, pandai, n aku ingat waktu dia sakit. Dia diam, lalu ketika kuletakkan punggung tanganku di dahinya, matanya memerah seperti ingin menangis. Syahid (aku panggil dengan Bang Aid) yang suka berlaku seperti kakak bagi yang lain, yang merelakan makanannya untuk orang lain. Oh, aku pasti merindukan mereka semua. Jauh di lubuk hatiku, aku menyayangi mereka. Mereka ada di dalam hatiku.
Perpisahan yang kedua adalah perpisahanku dengan amanah yang sedikit ringan untuk melaksanakan amanah yang cukup berat. Aku menjadi wali kelas, yang sebelumnya aku hanya focus pada mengajar di kelas, yang hanya membuat RPP, Prosem, dan hanya memegang bidang studi bahasa Indonesia. Sebenarnya aku menganggap aku belum pantas untuk diamanahi jabatan itu, tapi aku dimarah emakku, “Kalau orang lain bisa, kamu pasti bisa juga !” Emak menyemangatiku. Aku mohon Allah menjadi pengawas disetiap langkah yang aku jalani sehingga apapun yang kukerjakan diridhoi-Nya. Mungkin untuk beberapa orang jabatan adalah penting, tapi bagiku tidak begitu.
“Sudahlah, kalau sudah diamanahi, berarti orang itu percaya sama kita,” ujar salah satu istri rekan sekerjaku. Aku coba mencerna kata-kata itu.
Perpisahan ketiga adalah perpisahan dengan teman-teman sefikroh yang disana aku tertawa, nyeletuk omongan, bergurau, saling menasihati satu sama lain. Sedih…Tapi semuanya bukan akhir dari segalanya. Hari ini adalah hari terakhir kami bertemu dalam satu kelompok, tapi insya Allah kami akan dipertemukan kembali dalam kegiatan-kegiatan dan pasti itu akan membuatku kangen pada aktivitas yang pernah kami lakukan. Aku akan ingat dengan Mb Has yang penuh dengan kelembutan tutur kata dan sikap yang santun, yang tidak pernah menyeletuk jika sedang bergurau. Ada Ind dengan kebiasaannya yang unik. Ya, semuanya membuat hidupku lebih berwarna dengan keberadaan mereka.
Ketiga perpisahan di atas terkesan berbuah kesedihan, tapi aku yakin bahwa tidak selamanya kesedihan itu buruk untuk kehidupan kita. Kesedihan yang kita rasakan bisa jadi menempatkan kita dalam derajat yang tinggi disisi Allah. Nabi Ayub a.s. yang ditimpa kesedihan yang berturut-turut, anak-anaknya meninggal, kebun dan hartanya habis, istri yang meninggalkannya, dan tubuh yang penuh dengan penyakit ternyata menempatkan beliau pada sebutan orang yang paling tabah dalam menjalani hidup.
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat….


Kata kata Mutiara Perpisahan


Seseorang pernah berkata, “Aku tak merasa sedih hati ketika berpisah dengan seseorang, saya hanya akan sedih saat ia tak ingat diriku lagi ketika bertemuku kembali.”

    Jean Paul Ritcher mengatakan, “Perasaan manusia itu selalu murni dan bercahaya pada saat jam-jam pertemuan dan perpisahan.”

Pujangga menuliskan kata kata indah, “Betapa beruntungnya seorang yang sulit sekali mengucapkan salam perpisahan. Ia pasti memiliki seseorang yang sangat ia cintai.”

    Seseorang pernah mengungkapkan, “Perpisahan bukan berarti kalian tidak akan bertemu kembali; perpisahan hanyalah nasihat agar kalian tetap akrab saat bertemu kembali.”

Sang penyair menuliskan kata kata indah, “Perpisahan tidak akan memiliki arti jika kita lupa ketika kita bertemu kembali.”

    George Eliot berkata, “Hanya penderitaan ketika berpisah yang dapat membuat kita mengetahui kedalaman cinta.”

Do'a seorang anak untuk orang tuanya yang sudah meninggal dunia, "Ya Tuhan ampunilah orang tuaku, berikanlah rahmat-Mu padanya, sembunyikanlah aib-aibnya, tidak ada do'a yang terkabul kecuali dengan izin Engkau; karena hanya Engkaulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

    Kay Knudsen mengungkapkan kata mencintai yang indah, “Cinta itu merindukan seseorang ketika kalian terpisah; tapi terkadang mencintai itu menghangatkan sanubari karena kalian saling dekat di hati.”

Sahabat yang ditinggalkan sahabatnya mengucapkan salam perpisahan, "Sahabat, selamat jalan semoga sampai tujuan dengan selamat dan tetap sehat; jika nanti kau kembali, biarkanlah saya tersenyum seperti dulu lagi; namun jika kau tak kembali, pasti saya akan menjemputmu dan menemanimu di tempat baru yang kau singgahi."

    Tryon Edwards mengatakan, “Setiap perpisahan adalah bentuk mini neraka seperti halnya setiap pertemuan adalah salah satu jenis surga.” Orang bijak bilang, "Perpisahan sendiri tak akan pernah rela berpisah jika kau tak tegar dan tabah; ucapkanlah selamat jalan, dan berdo'alah semoga dapat diberi kesempatan bertemu kembali."

Helen Rowland berkata, “Seorang pria tak pernah tahu BAGAIMANA mengucapkan selamat tinggal; dan seorang wanita tak pernah tahu KAPAN mengatakannya.”

    Alfred De Musset pernah mengungkapkan, “Kembali bertemu dapat membuat seseorang mencintai perpisahan.” Seseorang berkata, “Berpisah dengan seseorang itu tidaklah menyakitkan kecuali jika kau tak dapat menyapanya lagi.”

Seseorang pernah mengatakan, “Jangan menangis, karena ini sudah berlalu. Tersenyumlah karena perpisahan sudah terjadi. Berdo’alah semua dapat baik-baik saja selanjutnya . Perpisahan adalah anugerah jika kau memahaminya.”

    Pujangga menuliskan, "Perpisahan bukan untuk dikenang atau malah ditangisi; perpisahan itu untuk dilewatkan; karena bagaimanapun juga perpisahan adalah awal perjalanan hidup yang panjang."

Semoga Kata kata mutiara Perpisahan diatas bisa menjadi motivasi bagi anda dan dapat dijadikan sebuah pengalaman yang berharga dalam perpisahan itu sendiri..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar